Breaking News
light_mode
Beranda » Hiburan » Film » Colony: Ketika Ancaman Terbesar Bukan Zombie, Melainkan Hilangnya Kemanusiaan

Colony: Ketika Ancaman Terbesar Bukan Zombie, Melainkan Hilangnya Kemanusiaan

  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BSDHitz, Korea Selatan – Film Colony karya sutradara Yeon Sang-ho menawarkan pengalaman berbeda dari film zombie pada umumnya. Alih-alih hanya menampilkan aksi kejar-kejaran dan adegan bertahan hidup, film ini mengajak penonton merenungkan bagaimana manusia bereaksi ketika menghadapi krisis besar.

Cerita yang Berawal dari Sebuah Kesalahan

Kisah bermula ketika sebuah virus hasil eksperimen menyebar di sebuah konferensi bioteknologi di Seoul. Dalam waktu singkat, virus tersebut mengubah manusia menjadi makhluk agresif yang terus berevolusi. Pemerintah kemudian menutup seluruh gedung untuk mencegah penyebaran wabah. Akibatnya, para penyintas harus mencari cara untuk bertahan hidup di tengah ancaman yang semakin sulit diprediksi.

Jun Ji-hyun memerankan Kwon Se-jeong, seorang profesor bioteknologi yang memimpin upaya para penyintas untuk memahami perilaku para terinfeksi dan mencari jalan keluar dari gedung yang terkunci.

Makna di Balik Judul Colony

Judul Colony atau “koloni” bukan sekadar merujuk pada kumpulan zombie. Film ini menggambarkan bagaimana para terinfeksi membentuk kesadaran kolektif dan saling berbagi informasi. Di sisi lain, manusia juga membentuk “koloni” mereka sendiri melalui kerja sama, kepercayaan, dan solidaritas untuk bertahan hidup.

Pelajaran yang Dapat Dipetik

Film ini mengajarkan bahwa kecerdasan dan kerja sama sering kali lebih penting daripada kekuatan fisik. Para karakter yang mampu berpikir tenang dan bekerja bersama memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dibanding mereka yang bertindak egois.

Selain itu, Colony menunjukkan bahwa krisis dapat memperlihatkan sifat asli seseorang. Sebagian karakter memilih membantu sesama, sementara yang lain hanya memikirkan keselamatan diri sendiri. Karena itu, film ini mengajak penonton untuk merenungkan arti tanggung jawab dan kemanusiaan.

Lebih dari Sekadar Film Zombie

Melalui perpaduan horor, sains, dan drama kemanusiaan, Colony menghadirkan pesan bahwa ancaman terbesar dalam sebuah bencana tidak selalu berasal dari monster di luar sana. Terkadang, ancaman tersebut muncul ketika manusia kehilangan empati, kepercayaan, dan kemauan untuk bekerja sama menghadapi masalah bersama.

KOREA SELATAN, 10 Juni 2026 – Film Colony karya sutradara Yeon Sang-ho menawarkan pengalaman berbeda dari film zombie pada umumnya. Alih-alih hanya menampilkan aksi kejar-kejaran dan adegan bertahan hidup, film ini mengajak penonton merenungkan bagaimana manusia bereaksi ketika menghadapi krisis besar.

Cerita yang Berawal dari Sebuah Kesalahan

Kisah bermula ketika sebuah virus hasil eksperimen menyebar di sebuah konferensi bioteknologi di Seoul. Dalam waktu singkat, virus tersebut mengubah manusia menjadi makhluk agresif yang terus berevolusi. Pemerintah kemudian menutup seluruh gedung untuk mencegah penyebaran wabah. Akibatnya, para penyintas harus mencari cara untuk bertahan hidup di tengah ancaman yang semakin sulit diprediksi.

Jun Ji-hyun memerankan Kwon Se-jeong, seorang profesor bioteknologi yang memimpin upaya para penyintas untuk memahami perilaku para terinfeksi dan mencari jalan keluar dari gedung yang terkunci.

Makna di Balik Judul Colony

Judul Colony atau “koloni” bukan sekadar merujuk pada kumpulan zombie. Film ini menggambarkan bagaimana para terinfeksi membentuk kesadaran kolektif dan saling berbagi informasi. Di sisi lain, manusia juga membentuk “koloni” mereka sendiri melalui kerja sama, kepercayaan, dan solidaritas untuk bertahan hidup.

Pelajaran yang Dapat Dipetik

Film ini mengajarkan bahwa kecerdasan dan kerja sama sering kali lebih penting daripada kekuatan fisik. Para karakter yang mampu berpikir tenang dan bekerja bersama memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dibanding mereka yang bertindak egois.

Selain itu, Colony menunjukkan bahwa krisis dapat memperlihatkan sifat asli seseorang. Sebagian karakter memilih membantu sesama, sementara yang lain hanya memikirkan keselamatan diri sendiri. Karena itu, film ini mengajak penonton untuk merenungkan arti tanggung jawab dan kemanusiaan.

Lebih dari Sekadar Film Zombie

Melalui perpaduan horor, sains, dan drama kemanusiaan, Colony menghadirkan pesan bahwa ancaman terbesar dalam sebuah bencana tidak selalu berasal dari monster di luar sana. Terkadang, ancaman tersebut muncul ketika manusia kehilangan empati, kepercayaan, dan kemauan untuk bekerja sama menghadapi masalah bersama.

  • Penulis: Aisyah Nurutami
  • Editor: Nakila Khoirun Nisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Honda WN7 Resmi, Ancaman Baru Pasar Moge Listrik Premium Eropa

    Honda WN7 Resmi, Ancaman Baru Pasar Moge Listrik Premium Eropa

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • 0Komentar

    BsdHitz, JAKARTA– Honda resmi meluncurkan dan mendistribusikan moge listrik terbaru, Honda WN7, ke jaringan dealer di seluruh Eropa. Langkah ini bertujuan memenuhi permintaan kendaraan ramah lingkungan berperforma tinggi sekaligus menantang Harley-Davidson LiveWire di segmen moge listrik premium. Di atas kertas, Honda WN7 memiliki performa setara motor bermesin 600 cc dengan torsi instan 100 Nm setara […]

  • Kemensos Siapkan Simulasi WFA ASN Mulai April, Respons Kebijakan Penghematan BBM

    Kemensos Siapkan Simulasi WFA ASN Mulai April, Respons Kebijakan Penghematan BBM

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ, Jakarta – Kementerian Sosial menyiapkan simulasi sistem kerja Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini direncanakan mulai diuji coba pada April 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan simulasi tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas kebijakan WFA dalam mengurangi mobilitas pegawai serta penggunaan […]

  • Tiket Turnamen FIFA Series 2026 di Jakarta Mulai Dijual, Harga Termurah Rp150.000

    Tiket Turnamen FIFA Series 2026 di Jakarta Mulai Dijual, Harga Termurah Rp150.000

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia membuka penjualan tiket pertandingan turnamen FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 dan 30 Maret 2026. Turnamen ini akan mempertemukan empat negara, yaitu Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts dan Nevis. Penjualan Tiket Resmi Dibuka Penjualan tiket pertandingan FIFA […]

  • Implementasi Program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Berbasis Hobi pada Siswa SMAN 17 Kabupaten Tangerang

    Implementasi Program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Berbasis Hobi pada Siswa SMAN 17 Kabupaten Tangerang

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    Tangerang, 07 Mei 2026 — Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 17 Kabupaten Tangerang dengan mengusung tema “Pengembangan Jiwa Wirausaha melalui Pemanfaatan Hobi sebagai Sumber Pendapatan.” Tim […]

  • Paspor Indonesia Kini Buka Akses ke 88 Negara, Ini Kemudahan yang Bisa Dinikmati WNI

    Paspor Indonesia Kini Buka Akses ke 88 Negara, Ini Kemudahan yang Bisa Dinikmati WNI

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ, Jakarta – Direktorat Jenderal Imigrasi merilis pembaruan akses perjalanan internasional pada 1 Juli 2026. Berdasarkan Passport Index 2026, pemegang paspor Indonesia kini dapat mengakses 88 negara dan wilayah melalui skema bebas visa, Visa on Arrival (VoA), atau Electronic Travel Authorization (eTA). Pembaruan ini memberi kemudahan bagi WNI yang ingin bepergian untuk wisata, bisnis, pendidikan, […]

  • Dari Teknik ke Rekayasa, Perubahan Nama Prodi Tuai Beragam Tanggapan

    Dari Teknik ke Rekayasa, Perubahan Nama Prodi Tuai Beragam Tanggapan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ,Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan perubahan pada penamaan sejumlah program studi di perguruan tinggi. Salah satu perubahan yang menarik perhatian adalah penggunaan istilah “Rekayasa” sebagai pengganti kata “Teknik” yang selama ini lebih dikenal oleh masyarakat. Perubahan istilah program studi Teknik menjadi Rekayasa menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan mahasiswa. Sebagian mahasiswa […]

expand_less