Silent Weekend Jadi Gaya Hidup Baru di Tengah Sibuknya Dunia Digital
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHITZ,Tangerang Selatan— Di tengah padatnya aktivitas digital, tren Silent Weekend mulai dianggap sebagai salah satu cara menjaga kesehatan mental. Banyak anak muda mencoba mengurangi penggunaan media sosial selama akhir pekan agar tubuh dan pikiran mendapatkan waktu istirahat yang lebih baik.
Kebiasaan ini dilakukan dengan mematikan notifikasi, tidak terlalu aktif membalas pesan, dan mengurangi waktu melihat layar gadget. Sebagai gantinya, mereka memilih melakukan aktivitas yang lebih santai seperti membaca buku, menonton film, atau menikmati waktu bersama keluarga.
Fenomena ini mulai viral setelah banyak pengguna media sosial membagikan pengalaman mereka saat menjalani Silent Weekend. Sebagian besar mengatakan bahwa mereka merasa lebih fokus, tidak mudah lelah, dan memiliki waktu lebih banyak untuk diri sendiri. Tren ini juga membuat beberapa tempat umum seperti taman kota, perpustakaan, dan coffee shop menjadi lebih ramai saat akhir pekan karena banyak orang memilih menghabiskan waktu di luar rumah tanpa terlalu sibuk dengan gadget.
“Pas coba Silent Weekend, tidur jadi lebih nyenyak dan nggak gampang capek,” ujar Nabila, salah satu mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika.
Selain berdampak pada kesehatan mental, tren ini juga membuat sebagian orang lebih produktif karena memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum kembali menjalani aktivitas pada hari kerja. Banyak yang berharap Silent Weekend dapat menjadi kebiasaan positif yang terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
- Penulis: Nakila Khoirun Nisa
- Editor: Ana Suryana

Saat ini belum ada komentar