Tanggul Jebol Dipicu Hujan Deras, Banjir Bandang Terjang Semarang
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BsdHitz, Semarang— Bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam. Malapetaka ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah barat Kota Semarang, hingga mengakibatkan debit air Sungai Plumbon dan Sungai Silandak meluap drastis. Situasi kian memburuk setelah tanggul Sungai Plumbon sepanjang 48 meter jebol, membuat air bah dengan cepat menggenangi permukiman warga dan mengikis aspal jalanan hingga mengelupas. Akibat arus banjir yang sangat kuat, dua orang warga dilaporkan tewas karena terseret arus.
Bencana ini setidaknya berdampak langsung pada tujuh kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter. Di Kecamatan Ngaliyan, banjir merendam Kelurahan Purwoyoso dan Bambankerep yang berdampak pada lebih dari 300 jiwa. Sementara di Kecamatan Semarang Barat, sebanyak empat kelurahan terendam—yaitu Kalibanteng Kulon, Kembangan, Kalibanteng Kidul, dan Krapyak—dengan korban terdampak mencapai sedikitnya 250 warga. Dampak paling masif terjadi di Kecamatan Tugu, tepatnya di Kelurahan Mangkang Kulon, di mana luapan akibat tanggul jebol merendam kediaman 1.252 jiwa dari 313 keluarga.
Kendati sempat mencekam dan memaksa sejumlah warga mengungsi, kondisi pada Sabtu (16/5/2026) dilaporkan sudah kondusif. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengonfirmasi bahwa seluruh kawasan yang semalam terendam banjir kini sudah surut total. Warga yang sempat mengamankan diri ke tempat pengungsian pun kini telah kembali ke rumah mereka masing-masing untuk memulai proses pembersihan
- Penulis: melinda 01

Saat ini belum ada komentar