Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Warga Diimbau Gunakan Masker dan Kacamata
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- print Cetak

https://regional.kompas.com/read/2026/09/06/073257678/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-meluas-selimuti-banten-dan-sebagian
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHitz, Tangerang Selatan – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk memakai masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah.
Abu Vulkanik Bergerak ke Arah Barat
BMKG memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Citra satelit Himawari-9 menunjukkan abu bergerak ke arah barat.
Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 15 knot. Abu vulkanik juga mencapai ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer.
Pada ketinggian tersebut, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebarannya mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, dan Bengkulu.
Abu juga bergerak hingga ke perairan di sekitar wilayah tersebut. Pada ketinggian hingga 50.000 kaki, sebaran abu mencapai wilayah Samudra Hindia.
Gangguan pada Aktivitas Penerbangan
Sebaran abu vulkanik turut mengganggu aktivitas penerbangan. BMKG mencatat delapan bandara di Jawa dan Sumatra mengalami penutupan sementara.
Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Atungbusu.
Kondisi tersebut membuat sejumlah daerah mengambil langkah untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Masyarakat Diminta Gunakan Masker
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi dari sumber resmi.
“Warga di area terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker serta kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar,” kata Faisal.
Selain aktivitas penerbangan, sebaran abu vulkanik juga memengaruhi kegiatan pendidikan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ untuk seluruh sekolah pada 7 September 2026.
Sejumlah wilayah di Banten juga menerapkan kebijakan serupa. Sekolah di wilayah Jawa Barat dengan intensitas abu yang tinggi juga dapat menerapkan PJJ.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Warga perlu membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker serta kacamata pelindung jika harus keluar.
Masyarakat juga diimbau mengikuti pemberitahuan terbaru dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah. Warga sebaiknya tidak menyebarkan informasi yang belum memiliki sumber resmi.
- Penulis: Aisyah Nurutami
- Editor: Nakila Khoirun Nisa
- Sumber: https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/imbas-sebaran-abu-vulknaik-anak-krakatau-8-bandara-ditutup-sementara-bmkg-minta-waspada-dan-tenang

Saat ini belum ada komentar