Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Selat Hormuz, Dua Kapal Lainnya Masih Tertahan
- calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHITZ, Jakarta – Dua kapal milik Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan berhasil keluar dari wilayah Selat Hormuz setelah sebelumnya terjebak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dari empat kapal milik PIS yang berada di kawasan tersebut, dua kapal yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon telah berhasil melanjutkan pelayaran keluar dari wilayah tersebut pada Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, dua kapal lainnya yakni VLCC Pertamina Pride dan MT Gamsunoro masih berada di kawasan Teluk Arab dan terus dipantau secara intensif oleh perusahaan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa kondisi kapal serta seluruh awak yang berada di dalamnya tetap aman.
“Kami terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut. Yang paling penting saat ini adalah memastikan keselamatan kru dan kapal tetap terjaga,” ujar Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pasokan Energi Nasional Jadi Prioritas
Pemerintah menyebut keberhasilan keluarnya dua kapal tersebut menjadi kabar positif bagi stabilitas distribusi energi nasional, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia. Direktur Utama Pertamina International Shipping Yoki Firnandi mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan keamanan armada yang masih berada di wilayah tersebut.
“Kami melakukan pemantauan selama 24 jam dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh armada dan kru tetap dalam kondisi aman,” kata Yoki Firnandi dalam keterangan resmi perusahaan, Selasa (10/3/2026). Ia menambahkan bahwa keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama perusahaan di tengah dinamika keamanan kawasan.
Selat Hormuz Jadi Jalur Vital Perdagangan Energi Dunia
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional dan dilalui oleh sebagian besar pengiriman minyak dunia. Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah belakangan ini membuat sejumlah kapal harus meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut. Pemerintah Indonesia bersama Pertamina terus memantau perkembangan situasi guna memastikan distribusi energi nasional tidak terganggu.
- Penulis: Nadia syakira aurellia
- Editor: Nakila khoirun nisa

Saat ini belum ada komentar