MBG Libur Saat Lebaran, Negara Diklaim Hemat Rp5 Triliun
- calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHITZ, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikabarkan akan diliburkan sementara saat periode Lebaran 2026. Kebijakan ini disebut-sebut dapat menghemat anggaran negara hingga mencapai Rp5 triliun. Program MBG yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Penghentian sementara program saat libur Idul Fitri dilakukan karena aktivitas sekolah dan sebagian besar layanan publik ikut berhenti selama masa libur panjang. Hal ini dinilai membuat distribusi program menjadi kurang optimal jika tetap dijalankan.
Efisiensi Anggaran Jadi Alasan Utama
Kebijakan ini dikaitkan dengan upaya efisiensi belanja negara, di mana dana operasional yang tidak digunakan selama masa libur dapat dialihkan atau dihemat. Meski demikian, keputusan ini menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai langkah tersebut wajar dilakukan karena mengikuti ritme libur nasional, sementara yang lain mempertanyakan dampaknya terhadap penerima manfaat program.
Pemerintah Diminta Pastikan Keberlanjutan Program
Sejumlah pihak menekankan pentingnya keberlanjutan program MBG setelah libur Lebaran usai. Pemerintah diharapkan memastikan program kembali berjalan normal dan tepat sasaran. Selain itu, transparansi terkait perhitungan efisiensi anggaran juga dinilai penting agar kebijakan ini dapat dipahami secara luas oleh masyarakat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus mendukung efisiensi anggaran negara.
“Penyesuaian ini dilakukan agar distribusi tetap tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan, khususnya mengikuti jadwal libur nasional dan aktivitas penerima manfaat,” ujarnya.
- Penulis: Nadia Syakira Aurellia
- Editor: Nakila Khoirun Nisa

Saat ini belum ada komentar