Akses Media Sosial Anak Dibatasi, Platform Terapkan Verifikasi Usia Lebih Ketat
- calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHITZ, Jakarta – Aturan baru terkait pembatasan akses media sosial bagi anak-anak resmi mulai diberlakukan pada 28 Maret 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk melindungi privasi serta kesehatan mental anak-anak di dunia digital yang semakin rentan terhadap berbagai risiko.
Sejumlah platform media sosial kini mulai menerapkan sistem verifikasi usia yang lebih ketat, khususnya bagi pengguna di bawah usia 16 tahun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tidak dengan mudah mengakses konten yang berpotensi membahayakan.
Kebijakan tersebut juga mencakup pembatasan akses pada beberapa platform populer, termasuk game online seperti Roblox yang banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja. Pembatasan ini membuat sebagian pengguna muda mulai merasakan perubahan dalam penggunaan media digital mereka.
Menurut laporan dari VOI.id, aturan ini merupakan bagian dari upaya global untuk meningkatkan keamanan digital anak dan remaja. “Verifikasi usia yang lebih ketat diterapkan untuk mengurangi risiko paparan konten negatif serta meningkatkan keamanan pengguna muda,” tulis laporan tersebut.
Langkah ini juga diambil untuk menekan angka cyberbullying, kecanduan media sosial, serta paparan konten yang tidak sesuai usia. Pemerintah dan platform digital berharap kebijakan ini dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak.
Selain itu, kebijakan ini juga menjadi momentum bagi orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak. Pengawasan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan anak saat menggunakan internet. “Peran orang tua tetap penting dalam memastikan anak menggunakan media sosial secara sehat dan aman,” lanjut laporan tersebut.
Meski demikian, kebijakan ini memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian orang tua mendukung langkah tersebut, sementara sebagian pengguna muda mengaku resah karena akses mereka menjadi lebih terbatas.
- Penulis: Nadia Syakira aurellia
- Editor: Nakila khoirun nisa

Saat ini belum ada komentar