Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan » MUI Soroti Penguburan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Dinilai Kurang Tepat

MUI Soroti Penguburan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Dinilai Kurang Tepat

  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BSDHITZ, Jakarta – Penguburan ikan sapu-sapu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuai sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah tersebut dinilai kurang tepat karena ikan sapu-sapu masih berpotensi dimanfaatkan, baik sebagai pakan ternak maupun diolah menjadi produk lain.

Sebelumnya, sejumlah petugas menemukan banyak ikan sapu-sapu yang diangkat dari saluran air dan sungai di wilayah Jakarta. Ikan-ikan tersebut kemudian dikumpulkan dan dikubur di dalam tanah sebagai bagian dari upaya penanganan limbah serta menjaga kebersihan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, pihak MUI menyayangkan tindakan penguburan ikan dalam jumlah besar tersebut. MUI menilai bahwa ikan sapu-sapu masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik.

“Ikan tersebut sebenarnya masih bisa dimanfaatkan, misalnya untuk pakan ternak atau diolah menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomi,” ujar perwakilan MUI dalam tanggapan yang beredar.

Selain itu, MUI juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya secara bijak agar tidak terjadi pemborosan. Menurutnya, langkah penguburan ikan dinilai kurang efektif jika masih terdapat potensi pemanfaatan.

Sementara itu, pihak Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menyebut pengangkatan ikan sapu-sapu dilakukan untuk menjaga kebersihan sungai serta mengurangi dampak lingkungan. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu ekosistem perairan dan merusak tanggul atau dasar sungai.

Peristiwa ini pun memicu berbagai tanggapan dari masyarakat di media sosial.

“Sayang banget kalau langsung dikubur, padahal masih bisa dimanfaatkan,” tulis salah satu netizen.

“Memang ikan sapu-sapu mengganggu, tapi mungkin bisa dicari solusi lain selain dikubur,” komentar netizen lainnya.

“Kalau jumlahnya banyak, seharusnya bisa diolah jadi sesuatu yang bermanfaat,” tulis pengguna media sosial lainnya.

Hingga kini, polemik terkait penguburan ikan sapu-sapu tersebut masih menjadi perbincangan publik. Banyak pihak berharap pemerintah dapat mempertimbangkan solusi yang lebih efektif dan bermanfaat dalam menangani ikan invasif tersebut.

  • Penulis: Nadia Syakira Aurellia
  • Editor: Nakila Khoirun Nisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KRL Tanah Abang–Rangkasbitung Terganggu Sambaran Petir, Penumpang Menumpuk di Stasiun

    KRL Tanah Abang–Rangkasbitung Terganggu Sambaran Petir, Penumpang Menumpuk di Stasiun

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • 0Komentar

    BSDHitz, Jakarta — Video gangguan KRL Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung akibat sambaran petir kembali ramai di media sosial. Dalam video yang beredar, kilatan petir terlihat menyambar jalur rel hingga bikin laju kereta melambat. Kejadian itu sempat bikin penumpang menumpuk di beberapa stasiun. Banyak penumpang juga terlihat memenuhi peron sambil nunggu perjalanan kembali normal. Walau […]

  • Tragedi Tabrakan Maut Kereta Api dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang

    Tragedi Tabrakan Maut Kereta Api dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • 0Komentar

    BsdHitz, BANGKOK — Sebuah kecelakaan lalu lintas yang fatal dan mengerikan dilaporkan melanda ibu kota Thailand. Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah kereta barang dan bus umum ini terjadi di kawasan Jalan Asok-Din Daeng, tepatnya di dekat Stasiun Makkasan Airport Rail Link, Distrik Ratchathewi, Bangkok. Peristiwa memilukan tersebut berlangsung pada Sabtu (16/5) sore sekitar pukul 15.40 […]

  • Dolar Mengamuk ke Level 17.300, Pemerintah Siapkan Dana “Darurat”

    Dolar Mengamuk ke Level 17.300, Pemerintah Siapkan Dana “Darurat”

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ, Jakarta – Nilai tukar rupiah mengalami volatilitas tinggi dalam sepekan terakhir. Pada Jumat (24/4/2026), rupiah sempat tertekan tajam hingga menyentuh Rp17.338 per dolar AS pada 23 April, yang merupakan titik terendah sepanjang masa. Namun, pada penutupan perdagangan Senin (27/4/2026), rupiah mulai menunjukkan penguatan tipis sebesar 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Penguatan […]

  • Dampak Pemblokiran Selat Hormuz bagi Indonesia

    Dampak Pemblokiran Selat Hormuz bagi Indonesia

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    Ancaman Keamanan Pasokan MinyakGangguan di Selat Hormuz — jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20 % dari total minyak dan LNG dunia telah memicu keterlambatan pengiriman minyak mentah dan LNG dari Timur Tengah ke negara-negara importir besar di Asia seperti Jepang, India, dan Indonesia. Akibatnya, negara-negara tersebut kini mencari pasokan alternatif guna mencegah kekurangan energi. Meski […]

  • UBSI Bantah Keras Keterlibatan Mahasiswa dalam Konferensi Pers yang Mencatut Nama Kampus

    UBSI Bantah Keras Keterlibatan Mahasiswa dalam Konferensi Pers yang Mencatut Nama Kampus

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ,Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif membantah keras keterlibatan institusi maupun organisasi kemahasiswaannya dalam konferensi pers yang digelar oleh kelompok yang mengatasnamakan BEM Bersatu dan menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Bantahan tersebut disampaikan setelah muncul pemberitaan yang menyantumkan nama “Ahmad (BEM Fakultas Teknik Universitas BSI)” sebagai salah satu […]

  • KM Sabuk Nusantara 106 Tabrak Pemukiman Warga di Pelabuhan Banda, Kerugian Capai Rp60 Juta

    KM Sabuk Nusantara 106 Tabrak Pemukiman Warga di Pelabuhan Banda, Kerugian Capai Rp60 Juta

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ, Banda – Kawasan permukiman warga di sekitar Pelabuhan Laut Banda mendadak mencekam setelah kapal motor KM Sabuk Nusantara 106 menabrak bangunan dan perahu milik penduduk setempat. Warga merekam insiden ini melalui video amatir saat peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 09.45 WIT ketika kapal sedang dalam proses bersandar. Kapolsek Banda, Iptu A. […]

expand_less