FMIPA UI dan TOA Indonesia Buat Animasi Edukasi Bencana untuk Cegah Korban sejak Dini
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHitz, Depok – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama TOA Indonesia meluncurkan animasi edukasi kebencanaan untuk anak-anak. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan sejak usia dini dan mengurangi risiko korban saat bencana terjadi.
FMIPA UI dan TOA Indonesia memperkenalkan animasi tersebut dalam acara When Knowledge Meets Readiness di Kampus UI, Depok, pada 4 Mei 2026. Kedua lembaga menargetkan 5.000 siswa sekolah dasar di wilayah rawan bencana di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.
Tim pengembang menghadirkan dua video animasi berjudul Aku Harus Apa?. Melalui video ini, anak-anak dapat mempelajari langkah penyelamatan diri saat menghadapi gempa bumi, tsunami, dan kebakaran.
Tim penyusun merancang materi berdasarkan riset kebencanaan, observasi lapangan, dan referensi dari Research Institute of Disaster Science (IRIDES) Jepang. Mereka memilih animasi karena anak-anak lebih mudah memahami informasi melalui media visual yang menarik.
Wakil Dekan FMIPA UI, Prof. Anom Bowolaksono, menekankan pentingnya pendidikan kebencanaan sejak dini. “Pengetahuan ilmiah tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus diterjemahkan menjadi aksi nyata,” ujarnya.
Data BNPB mencatat lebih dari 4.700 kejadian bencana di Indonesia sepanjang 2025. Karena itu, FMIPA UI dan TOA Indonesia mendorong siswa untuk memahami langkah keselamatan sebelum bencana terjadi.
Melalui program ini, kedua lembaga berharap anak-anak dapat mengenali risiko bencana dan mengambil tindakan yang tepat saat keadaan darurat. Dengan pengetahuan yang lebih baik, mereka dapat meningkatkan keselamatan diri dan membantu mengurangi potensi korban.
- Penulis: Aisyah Nurutami
- Editor: Nakila Khoirun Nisa

Saat ini belum ada komentar