Tragedi Berdarah Jelang Sahur di Bekasi: Eks Tokoh Serikat Pekerja JICT Tewas Mengenaskan
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BsdHitz, Bekasi – Suasana tenang menjelang sahur di sebuah rumah di kawasan Bekasi mendadak pecah menjadi kepanikan luar biasa pada Senin (2/3) dini hari. Seorang pensiunan yang dikenal vokal, Ermanto Usman (65), ditemukan tak bernyawa di dalam kamarnya sendiri. Sementara sang istri, Pamilawati, ditemukan dalam kondisi kritis bersimbah darah tepat di sampingnya.
Kejadian ini terungkap saat waktu imsak sudah hampir tiba. Sang anak bungsu merasa janggal karena kedua orang tuanya tak kunjung keluar untuk santap sahur. Saat pintu kamar diketuk, tidak ada sahutan, melainkan hanya suara rintihan lemah dari dalam. Lantaran pintu terkunci rapat, keluarga dibantu petugas keamanan terpaksa memecahkan kaca jendela untuk merangsek masuk. Pemandangan di dalam kamar sungguh menyayat hati. Ermanto ditemukan sudah tidak bernapas dengan luka lebam di bagian mata. Di dekatnya, istrinya tergeletak lemas dengan luka parah di kepala bagian belakang, diduga akibat hantaman benda tumpul.
Siapa Sebenarnya Ermanto Usman?
Kematian Ermanto menyisakan tanda tanya besar, mengingat rekam jejaknya yang bukan orang sembarangan. Beliau adalah mantan Ketua Serikat Pekerja JICT (Jakarta International Container Terminal). Meski sudah pensiun sembilan tahun lalu, Ermanto tetap dikenal sebagai aktivis yang idealis dan berani.
Bahkan di masa tuanya, ia masih menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT dan aktif menyuarakan kritik lewat konten podcast. Beliau sering menyoroti dugaan penyimpangan kontrak pelabuhan yang dianggap merugikan negara. Keberaniannya menyuarakan isu-isu sensitif inilah yang kini membuat publik bertanya-tanya: apakah ini murni kriminalitas atau ada motif lain di baliknya?
Jejak Pelaku di Kebun Belakang
Hasil olah TKP sementara menunjukkan adanya bekas congkelan di jendela. Pelaku diduga masuk dengan memanjat tembok pembatas yang berbatasan langsung dengan kebun kosong di belakang rumah.
Anehnya, hampir tidak ada barang berharga yang hilang, kecuali dua buah kunci mobil. Hal ini tentu menambah misteri bagi pihak kepolisian yang kini tengah bekerja keras memburu pelaku. Saat ini, Pamilawati masih berjuang melewati masa kritis di rumah sakit, sementara jenazah Ermanto telah dievakuasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
- Penulis: Neti Setiyawati
- Editor: Mellinda

Saat ini belum ada komentar