Kecelakaan Maut di Jakarta Utara, Jalan Berlubang Memakan Korban Jiwa
- calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BsdHitz, Jakarta Utara – Seorang pengendara sepeda motor berinisial DR yang tewas seketika setelah terlindas truk trailer di Jalan RE Martadinata, tepatnya di dekat Stasiun Pompa Air Ancol, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu (25/2) pagi sekitar pukul 09.20 WIB.
Berdasarkan keterangan Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Utara, AKP Edy Wibowo, “kecelakaan bermula saat korban yang mengendarai motor bernomor polisi B 4535 UBG diduga kehilangan kendali setelah menghantam jalan berlubang di lokasi tersebut. Akibatnya, korban terjatuh dan nahasnya langsung terlindas oleh truk trailer yang sedang melintas, hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian”.
seorang warga bernama Fera Wahyuni memberikan tanggapan mengenai Kecelakaan ini
“Sangat memprihatinkan melihat seorang pengendara harus kehilangan nyawa akibat kondisi jalan yang tidak layak saat sedang beraktivitas. Fakta bahwa korban terjatuh karena lubang sebelum terlindas truk menunjukkan betapa rentannya posisi motor ketika berbagi jalur dengan kendaraan besar di permukaan jalan yang rusak. Kejadian ini seharusnya memicu evaluasi cepat dari pihak berwenang, karena keselamatan publik adalah hak dasar yang wajib dipenuhi oleh penyelenggara jalan tanpa perlu menunggu jatuhnya korban jiwa terlebih dahulu. Kecelakaan ini merupakan pengingat keras bahwa infrastruktur yang buruk, seperti jalan berlubang, adalah ancaman nyata bagi nyawa pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Kejadian ini mencerminkan adanya celah dalam pengawasan dan pemeliharaan jalan di jalur logistik padat seperti Jalan RE Martadinata. Mengingat jalur tersebut didominasi oleh kendaraan berat, keberadaan lubang jalan bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, melainkan kelalaian yang memiliki risiko fatalitas sangat tinggi”
Besar harapan agar Dinas Bina Marga dan instansi terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh secara permanen, bukan sekadar tambal sulam yang mudah rusak kembali. untuk memitigasi risiko kecelakaan terjadi. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan, dan peristiwa ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih disiplin dalam mengaudit kelayakan jalan di seluruh titik rawan kecelakaan di Jakarta.
- Penulis: Mellinda
- Editor: Neti Setiyawati

Saat ini belum ada komentar