Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang Tewaskan Empat Orang
- calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
- print Cetak

Sejumlah personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan pemeriksaan TPA Bantar Gebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi yang longsor pada, Minggu (8/3/2026). ANTARA/HO-Basarnas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejumlah personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan pemeriksaan TPA Bantar Gebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi yang longsor pada, Minggu (8/3/2026). ANTARA/HO-Basarnas
BSDHITZ, Bekasi – Longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menewaskan sedikitnya empat orang pada Minggu (8/3/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, saat sejumlah truk sedang mengantre untuk membuang muatan sampah di lokasi tersebut. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkan korban berasal dari berbagai profesi yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.
“Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, EW (26) pemulung, DS (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, dan IS (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk,” kata Kusumo dalam keterangannya. Selain korban meninggal dunia, dua orang sopir truk dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut hujan deras yang berlangsung cukup lama diduga menjadi pemicu terjadinya longsor gunungan sampah di kawasan tersebut.
“Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa lima unit truk sampah dan satu warung di sekitar lokasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.
Petugas gabungan dari SAR, kepolisian, dan pemerintah daerah sempat melakukan proses pencarian korban menggunakan alat berat. TPST Bantargebang sendiri merupakan salah satu tempat pengolahan sampah terbesar di Indonesia yang setiap hari menerima ribuan ton sampah dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan pengelolaan sampah perkotaan serta risiko keselamatan bagi para pekerja dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi pembuangan sampah.
- Penulis: Nadia syakira aurellia
- Editor: Nakila Khoirun Nisa

Saat ini belum ada komentar