Fenomena “War Takjil” Kembali Viral di Media Sosial Jelang Ramadan
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Fenomena “war takjil” kembali ramai dibicarakan di media sosial menjelang bulan Ramadan. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika masyarakat berbondong-bondong membeli makanan berbuka puasa di pasar takjil hingga sering kali terjadi antrean panjang.
Banyak warganet membagikan pengalaman mereka saat berburu takjil di berbagai daerah melalui platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Pasar Takjil Diserbu Pembeli
Menjelang waktu berbuka puasa, berbagai pasar takjil di sejumlah kota dipadati oleh masyarakat yang ingin membeli makanan dan minuman untuk berbuka.
Beragam jenis makanan dijajakan oleh pedagang, mulai dari kolak, gorengan, es buah, hingga aneka kue tradisional. Kondisi tersebut sering kali membuat pembeli harus mengantre untuk mendapatkan takjil yang diinginkan.
Fenomena ini kemudian dikenal dengan istilah “war takjil” karena ramainya pembeli yang datang dalam waktu bersamaan.
Viral di Media Sosial
Sejumlah video yang memperlihatkan keramaian pasar takjil banyak dibagikan oleh pengguna media sosial dan menjadi viral.
Dalam beberapa video, terlihat pembeli saling berebut makanan yang dijual pedagang karena jumlahnya terbatas. Hal ini membuat istilah “war takjil” semakin populer di kalangan warganet.
Fenomena tersebut bahkan menjadi tren tahunan yang sering muncul setiap Ramadan.
Jadi Tradisi Ramadan
Meski disebut sebagai “war”, fenomena ini umumnya berlangsung dalam suasana yang tetap tertib dan menjadi bagian dari tradisi Ramadan di Indonesia.
Bagi banyak masyarakat, berburu takjil menjelang berbuka puasa menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan selama bulan Ramadan.
- Penulis: Nadia Syakira aurellia

Saat ini belum ada komentar