Waspada! Kasus Campak Meningkat, Kemenkes Dorong Imunisasi Massal
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BsdHitz,Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya peningkatan kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, di mana Indonesia berada di posisi kedua dengan kasus campak tertinggi. Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 suspek campak dan 6 kematian. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 63.769 kasus suspek campak dengan 69 kematian.
Berdasarkan data surveilans kesehatan, mayoritas pasien yang terinfeksi adalah anak-anak usia balita yang belum mendapatkan dosis lengkap imunisasi MR (Measles dan Rubella).
Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak dan dapat menyebar melalui udara atau droplet. Gejala utama campak meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit.
Juru bicara Kemenkes menekankan bahwa campak bukanlah penyakit ringan yang bisa disepelekan. Penyakit ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi melalui percikan ludah (droplet) di udara.
“Satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan hingga 12–18 orang di sekitarnya jika mereka tidak memiliki kekebalan. Cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah melalui imunisasi lengkap dua dosis,” tegas pihak Kemenkes dalam keterangan resminya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak menunda imunisasi dan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker saat berada di kerumunan. Jika mengalami demam yang disertai ruam, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat serta tidak membawa anak keluar rumah untuk sementara waktu.
- Penulis: Nakila
- Editor: Nakila

Saat ini belum ada komentar