Breaking News
light_mode
Beranda » Kriminal » Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus Kembali Mencuat, Kasus di IPB Viral di Media Sosial

Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus Kembali Mencuat, Kasus di IPB Viral di Media Sosial

  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BSDHITZ, Bogor – Perhatian publik terhadap isu kekerasan seksual di lingkungan kampus kembali meningkat. Setelah kasus serupa di Universitas Indonesia belum sepenuhnya tuntas, dugaan kasus baru kini mencuat di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kasus ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun media sosial ipb menfess di platform X (Twitter). Akun tersebut dikenal sebagai wadah mahasiswa untuk mengirimkan cerita atau pengakuan secara anonim, yang kerap menjadi sumber informasi yang cepat menyebar di kalangan mahasiswa.

Dalam unggahan tersebut, ditampilkan sejumlah tangkapan layar percakapan dari sebuah grup chat yang diduga berisi mahasiswa. Isi percakapan tersebut memicu kecaman publik karena mengandung unsur tidak pantas, termasuk penggunaan bahasa vulgar, candaan seksual, serta objektifikasi terhadap perempuan.

Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah adanya aturan tidak tertulis bagi anggota baru, yaitu menyebutkan “top cewek” sebelum dapat bergabung ke dalam grup. Setelah itu, percakapan berkembang menjadi diskusi yang dinilai tidak etis dan merendahkan.

Beberapa contoh isi percakapan yang beredar antara lain:

  • penggunaan istilah kasar dalam membahas perempuan,
  • candaan bernuansa seksual yang tidak pantas,
  • komentar yang mengarah pada pelecehan verbal.

Sejumlah pihak menilai bahwa isi percakapan tersebut tidak dapat dianggap sebagai candaan semata, melainkan berpotensi mengandung unsur pelecehan seksual nonfisik dan penghinaan terhadap perempuan.

“Pelecehan seksual tidak selalu berbentuk fisik. Ucapan, candaan, atau komentar yang merendahkan secara seksual juga termasuk bentuk kekerasan seksual,” ujar Komisioner Komnas Perempuan dalam salah satu pernyataannya.

Selain itu, beredar pula dugaan bahwa korban mengalami tekanan untuk tetap diam. Tekanan tersebut disebut berkaitan dengan ancaman terhadap aspek akademik, seperti kelulusan atau penilaian kegiatan tertentu, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keamanan korban di lingkungan kampus.

Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi yang memastikan keseluruhan kebenaran dari isi percakapan yang beredar. Namun, publik mendesak adanya investigasi yang transparan serta perlindungan bagi pihak yang dirugikan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa ruang akademik seharusnya menjadi lingkungan yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi etika, bukan justru menjadi tempat berkembangnya perilaku yang merendahkan dan merugikan pihak lain.

  • Penulis: Dizkha Wahyu Amelia
  • Editor: Nakila Khoirun Nisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deru Monster 1.000cc Siap Mengguncang Mandalika: Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Pertamina Grand Prix 2026!

    Deru Monster 1.000cc Siap Mengguncang Mandalika: Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Pertamina Grand Prix 2026!

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • 0Komentar

    BsdHitz, Mandalika, Indonesia – Panggung motorsport dunia bersiap kembali menyaksikan ketatnya persaingan para pembalap terbaik sejagat raya. Sebagai bagian dari komitmen kuat untuk menghadirkan event berkelas internasional, In Journey secara resmi mengumumkan akan kembali menyelenggarakan ajang balap motor paling bergengsi, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ajang adu kecepatan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan […]

  • Sejumlah personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan pemeriksaan TPA Bantar Gebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi yang longsor pada, Minggu (8/3/2026). ANTARA/HO-Basarnas

    Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang Tewaskan Empat Orang

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • 0Komentar

      BSDHITZ, Bekasi – Longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menewaskan sedikitnya empat orang pada Minggu (8/3/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, saat sejumlah truk sedang mengantre untuk membuang muatan sampah di lokasi tersebut. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkan korban […]

  • Bukan Cuma Canggih: Ini Fakta di Balik Teknologi Modern

    Bukan Cuma Canggih: Ini Fakta di Balik Teknologi Modern

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ, Tangerang Selatan — Perkembangan teknologi sekarang makin ngebut dan langsung terasa di kehidupan sehari-hari. Komunikasi jadi instan, kerjaan lebih cepat, dan kecerdasan buatan (AI) mulai ambil peran di berbagai bidang. Pertama, banyak orang sekarang makin bergantung sama teknologi. Hampir semua aktivitas pakai smartphone dan internet. Memang praktis, tapi interaksi langsung jadi berkurang dan penggunaan […]

  • Kemendikdasmen Hadirkan 1.842 Buku Digital Gratis di SIBI, Sudah Dibaca 13,7 Juta Kali

    Kemendikdasmen Hadirkan 1.842 Buku Digital Gratis di SIBI, Sudah Dibaca 13,7 Juta Kali

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan 1.842 judul buku digital melalui Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk mendukung pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027. Siswa, guru, dan masyarakat dapat mengakses serta mengunduh seluruh buku tersebut secara gratis melalui platform resmi SIBI. Kemendikdasmen menghadirkan koleksi buku untuk jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga […]

  • Usulan Program MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Disebut Bisa Hemat Rp40 Triliun

    Usulan Program MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Disebut Bisa Hemat Rp40 Triliun

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ, Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan agar pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama lima hari dalam seminggu. Purbaya menyebut usulan ini dapat menghemat anggaran hingga Rp40 triliun per tahun. Purbaya menjelaskan bahwa pihaknya melakukan efisiensi tersebut agar program tetap berjalan tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.. […]

  • Beberapa Prodi Dinilai Tak Sesuai Kebutuhan, Penghentian Mulai Dipertimbangkan

    Beberapa Prodi Dinilai Tak Sesuai Kebutuhan, Penghentian Mulai Dipertimbangkan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    BSDHITZ, Jakarta — Pemerintah mulai memperketat penataan program studi di perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Kebijakan ini mendorong kampus untuk mengevaluasi jurusan yang dinilai tidak lagi sesuai dengan kebutuhan saat ini. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kurikulum, jumlah lulusan, hingga kesesuaian dengan kebutuhan dunia kerja. Sejumlah kampus pun […]

expand_less