Istana Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHITZ, Jakarta – Pemerintah melalui Istana Kepresidenan memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi maupun non-subsidi pada 1 April 2026. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya kepada media.
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap kondisi harga energi dan memutuskan tidak melakukan penyesuaian harga BBM pada awal April. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat menjelang periode pasca-Lebaran.
“Pemerintah memastikan bahwa harga BBM tidak mengalami kenaikan pada 1 April,” ujar Prasetyo dalam pernyataan resmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut juga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta upaya pemerintah menjaga inflasi agar tetap terkendali. Selain itu, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan kondisi nilai tukar rupiah sebagai faktor utama dalam penentuan harga BBM.
Sementara itu, perusahaan energi milik negara Pertamina juga memastikan harga BBM tetap stabil sesuai dengan arahan pemerintah. Pertamina sebelumnya melakukan evaluasi berkala terhadap harga BBM dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga minyak global, nilai tukar, dan biaya distribusi.
Kepastian tidak adanya kenaikan harga BBM ini disambut positif oleh masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha yang bergantung pada biaya operasional transportasi. Stabilitas harga BBM dinilai dapat membantu menjaga harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional serta menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.
Pemerintah menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasar energi global dan tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi lanjutan apabila terjadi perubahan signifikan di masa mendatang.
- Penulis: Nadia Syakira aurellia
- Editor: Nakila khoirun nisa

Saat ini belum ada komentar