Negara Tetangga Krisis BBM, Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Indonesia Masih Aman
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHITZ, Jakarta – Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dilaporkan mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar. Kondisi tersebut terjadi di beberapa negara seperti Thailand, Filipina, hingga Kamboja akibat kenaikan harga energi global.
Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU, bahkan warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Kenaikan harga BBM di beberapa negara juga mencapai sekitar 1,3 hingga 1,6 dolar AS per liter.
Krisis energi ini disebut sebagai dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang mempengaruhi distribusi dan harga minyak dunia. Kondisi tersebut kemudian berdampak langsung pada negara-negara yang bergantung pada impor energi.
Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan energi di Indonesia masih dalam kondisi aman.
“Untuk Indonesia, saya pastikan stok BBM kita aman dan masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Bahlil Lahadalia.
Ia menjelaskan pemerintah terus memantau perkembangan global serta memastikan distribusi energi tetap berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah juga berkoordinasi dengan badan usaha energi untuk menjaga stabilitas pasokan.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru dapat mengganggu distribusi BBM di dalam negeri.
“Kami terus memonitor situasi global dan memastikan distribusi energi di Indonesia tetap terjaga,” lanjutnya.
Meski beberapa negara mengalami krisis energi, Indonesia disebut masih memiliki cadangan yang cukup dan distribusi yang stabil, sehingga masyarakat diminta tetap tenang menghadapi situasi global tersebut.
- Penulis: Nadia Syakira aurellia
- Editor: Dwi Farhan Syahputra

Saat ini belum ada komentar