URI Disiapkan sebagai Kampus Pencetak Talenta untuk Posisi Strategis Negara
- calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHitz, Jakarta – Pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui rencana pembangunan 10 kampus Universitas Republik Indonesia (URI) di berbagai wilayah. Pemerintah merancang universitas tersebut sebagai pusat pendidikan sekaligus tempat mencetak calon pemimpin yang siap berkontribusi di sektor strategis nasional.
URI Fokus Mencetak Pemimpin Nasional
Presiden Prabowo menggagas URI dengan konsep pendidikan yang menyesuaikan kebutuhan strategis negara. Pemerintah menargetkan lulusan URI mampu berkontribusi di pemerintahan, lembaga negara, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Jadi Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan,” kata Donny dalam konferensi pers usai pelantikan.
Donny menambahkan bahwa Presiden Prabowo ingin menyatukan berbagai program pendidikan yang telah berjalan. Selain mengembangkan Sekolah Unggulan Garuda, pemerintah juga akan membangun 10 Universitas Republik Indonesia.
Perluas Akses Pendidikan Berkualitas
Pemerintah berharap pembangunan kampus URI di berbagai daerah dapat memperluas akses pendidikan berkualitas. Melalui langkah tersebut, lebih banyak masyarakat berpeluang mengembangkan kompetensi dan kepemimpinan.
“Nanti kan universitas ya, (jadi) tetap gelar. Kita kerja sama juga dengan beberapa universitas unggulan di luar negeri, ya,” ujar Donny.
Batch Pertama Sudah Berjalan
Pemerintah tidak hanya menyiapkan pembangunan kampus. Pemerintah juga telah menjalankan program URI melalui batch pertama. Saat ini, sebanyak 399 pegawai baru BUMN mengikuti pelatihan dalam Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD).
“Saat ini batch 1 URI sudah jalan, yang P3MD saya sampaikan tadi itu 20 Mei sudah kita buka. Waktu itu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, kita buka batch pertama URI. Yang sekarang 399 orang sedang jalan,” jelas Donny.
Program tersebut menjadi langkah awal pemerintah dalam menyiapkan pemimpin masa depan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
- Penulis: Nakila Khoirun Nisa
- Editor: Aisyah Nurutami

Saat ini belum ada komentar