Mahasiswa UBSI BSD Gelar PKM di SMAN 17 Tangerang, Tanamkan Nilai Toleransi dan Kebersamaan
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BsdHItz, Tangerang – Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus BSD berhasil menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa penyuluhan interaktif bertajuk “Respect Perbedaan, Indahnya Kebersamaan dalam Keberagaman Agama”. Kegiatan edukatif ini berlangsung pada Mei 2026 di SMAN 17 Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Melalui program ini, mahasiswa mengambil langkah nyata untuk memperkuat kerukunan, mendorong dialog antaragama, serta menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif di tengah dinamika keberagaman bangsa.
Toleransi dan kerukunan beragama menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kaya akan perbedaan suku, ras, budaya, dan agama. Namun, tantangan di era digital menunjukkan bahwa kalangan pelajar rentan menerima informasi provokatif berbau SARA dan stereotip keagamaan di media sosial akibat rendahnya literasi digital. Selain itu, pembelajaran agama di tingkat sekolah masih cenderung berfokus pada teori dan belum banyak menghadirkan studi kasus nyata yang adaptif. Hasil observasi tim PKM mahasiswa UBSI juga menunjukkan bahwa sebagian siswa masih memaknai toleransi sebatas tidak mengganggu ibadah orang lain, tanpa memahami pentingnya kolaborasi aktif dalam kehidupan sehari-hari. Menanggapi kondisi tersebut, tim menerapkan keilmuan manajemen dan sosiologi untuk merancang program edukasi sosial yang sistematis guna membangun empati dan pemikiran kritis siswa.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para siswa bahwa keberagaman keyakinan di Indonesia bukan menjadi pemisah, melainkan kekayaan sosial yang patut disyukuri. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa UBSI berupaya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika secara praktis. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, siswa diharapkan mampu menyaring informasi hoaks, mengurangi stereotip negatif, serta menerapkan sikap saling menghormati di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Tim menyusun metode pelaksanaan program PKM secara interaktif dan dinamis melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap inti, tim menyampaikan materi dengan metode ceramah komunikatif mengenai hakikat keberagaman, esensi kebersamaan, dan pentingnya sikap toleransi. Selain menerima materi, siswa juga berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi interaktif, tanya jawab, dan pemecahan studi kasus nyata. Kasus yang dibahas mencakup sikap menghormati teman yang sedang beribadah, penyediaan fasilitas ibadah di sekolah, hingga penyelesaian perbedaan perayaan hari besar keagamaan. Tim kemudian menutup kegiatan dengan games edukatif bertema refleksi bersama untuk meningkatkan keakraban antarpeserta.
Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap peserta. Berdasarkan hasil kuesioner dan refleksi akhir, siswa SMAN 17 Kabupaten Tangerang menunjukkan peningkatan pemahaman kritis dan kesadaran emosional terhadap nilai-nilai toleransi. Para siswa kini tidak lagi memandang toleransi sebagai sikap pasif, tetapi sebagai komitmen aktif untuk hidup berdampingan secara damai dan harmonis.
Sebagai penutup, tim pelaksana PKM Kelompok 5 Mahasiswa UBSI berharap nilai-nilai kebersamaan yang telah dibagikan dapat terus diterapkan setelah kegiatan berakhir. Pihak sekolah juga diharapkan terus mendukung dan menyediakan ruang dialog lintas perbedaan secara berkelanjutan di lingkungan SMAN 17 Kabupaten Tangerang. Sinergi antara akademisi dan lembaga pendidikan formal seperti ini menjadi instrumen penting untuk mencetak generasi emas yang cerdas secara intelektual sekaligus bijak dalam bersikap di tengah keberagaman Indonesia.
- Penulis: Neti Setiyawati
- Editor: Dwi Farhan Syahputra

Saat ini belum ada komentar