Tinggal 15 Menit Lagi, Gangguan Listrik Gagalkan Nadia Menuntaskan OSN
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- print Cetak

Instagram/nanad.0814
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHitz, Sukabumi – Nadia, siswi kelas 5 SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, harus mengubur mimpinya untuk meraih prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) setelah pemadaman listrik menghentikan ujian yang sedang ia ikuti.
Nadia telah menyiapkan diri selama berbulan-bulan untuk menghadapi kompetisi tersebut. Ia rutin belajar dan mengerjakan latihan soal agar bisa tampil maksimal dalam ajang akademik tingkat nasional itu. Namun, harapannya pupus saat gangguan listrik terjadi ketika OSN berlangsung secara daring pada Senin (8/6/2026).
Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, mengatakan sesi pertama yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.00 WIB berjalan lancar tanpa kendala. Masalah baru muncul pada sesi terakhir yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. Pemadaman itu terjadi ketika Nadia masih mengerjakan soal. Saat itu, waktu ujian hanya tersisa sekitar 15 menit.
Awalnya, Nadia mengira listrik akan kembali menyala dalam waktu singkat. Namun, waktu terus berjalan sementara aliran listrik tidak kunjung pulih.
“Pas awal-awal mati itu masih biasa aja, saya kira awalnya bakal bentar. Tapi ternyata pas udah dengar waktu yang tersisa untuk mengerjakan soal tinggal 15 menit lagi, saya mulai gelisah. Apalagi ini sudah saya siapkan dari berbulan-bulan, jadi saya juga panik,” ujar Nadia.
Menurut pihak sekolah, Nadia menunjukkan semangat belajar yang tinggi selama persiapan OSN. Ia juga mengikuti berbagai latihan untuk meningkatkan kemampuannya sebelum kompetisi berlangsung.
Karena gangguan tersebut, Nadia tidak bisa menyelesaikan seluruh soal hingga batas waktu berakhir. Kondisi itu membuat kesempatan yang telah lama ia tunggu hilang akibat faktor teknis di luar kemampuannya.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kompetisi daring masih bergantung pada ketersediaan listrik dan jaringan internet yang stabil. Gangguan pada salah satu fasilitas tersebut dapat memengaruhi jalannya ujian dan merugikan peserta.
Meski kecewa, Nadia tetap mendapat dukungan dari keluarga, guru, dan teman-temannya. Mereka berharap pengalaman ini tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar dan meraih prestasi pada kesempatan berikutnya.
- Penulis: Nakila Khoirun Nisa
- Editor: Aisyah Nurutami

Saat ini belum ada komentar