Paus Biru Tak Pernah Tersesat Berkat Pantulan Gema Ratusan Kilometer
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BSDHITZ, Tangerang Selatan — Selama ini kita mengira nyanyian panjang paus biru cuma cara mereka “curhat” atau sekadar memanggil pasangan di luasnya samudera.
Paus biru ternyata menggunakan suara frekuensi rendah mereka bukan cuma buat ngobrol, tapi buat memetakan dasar laut. Bayangkan kamu jalan di dalam gua yang gelap total, lalu kamu berteriak. Pantulan suara yang balik ke telinga kamu bakal kasih tahu seberapa jauh dinding di depan. Nah, paus biru melakukan hal yang sama dalam skala raksasa.
Suara mereka bisa merambat sampai ratusan, bahkan ribuan kilometer di bawah air. Saat suara itu menabrak pegunungan bawah laut atau jurang samudera, gema yang balik bakal kasih “gambar” ke otak si paus tentang rute yang mereka lewati. Jadi, meskipun mereka berenang di kedalaman yang gelap gulita, mereka sebenarnya punya “peta visual” yang dibentuk dari suara.
Dr. Elena Vance, salah satu peneliti utama, menyebutkan kalau kemampuan ini bikin paus biru jadi navigator paling hebat. Sayangnya, ada ganjalan besar. Mesin kapal kargo dan aktivitas industri di laut bikin suasana bawah air jadi super bising.
“Ibarat kita lagi pakai Google Maps tapi sinyalnya keganggu noise yang parah,” kata Elena. Polusi suara ini bikin “peta gema” para paus jadi kabur, dan inilah yang sering bikin mereka malah salah arah atau stres.
Temuan ini jadi pengingat penting buat kita. Ternyata, laut yang tenang bukan cuma soal estetika, tapi soal kelangsungan hidup raksasa samudera ini agar mereka nggak kehilangan arah di rumah mereka sendiri.
- Penulis: Neti Setiyawati
- Editor: Mellinda

Saat ini belum ada komentar